The CB village library in Ciapus, West Java was severely damaged due to heavy rains. This happened around 3 pm on April, 29 2012. The heavy downpour soaked and weaken one of the walls causing it to collapse and damage the contents of the library. This library which was opened back in 2004 saw 1500 of its books, and all its furniture severely damaged due to this disaster.

Ciapus Village Library Severely Damaged-1

That friday afternoon the rains were indeed rather strong around Bogor, especially in the Ciapus area near Mt. Salak. This caused the water on the ground to flood and weaken the base of the wall, causing it to collapse. The CB Ciapus branch is located in a lot that is below the rest of the area around. In a short time the water began to rise against the outer wall of the library causing the wall to begin to lean inward.

(Translation Needed)
Harianto bersama beberapa murid volunteer mencoba menahan dinding, sementara memerintahkan anak-anak lainnya keluar ruangan. Usaha untuk menahan dinding tidak berjalan lama. Harianto dan beberapa anak roboh bersama dinding tersebut dan air masuk dengan derasnya memporak-porandakan isi Taman Bacaan. Sempat tak sadarkan diri, Harianto akhirnya bangkit kembali dan segera memeriksa keadaan sekelilingnya kalau-kalau ada anak tertimpa dinding.
“Airnya terlalu kencang, dan saya roboh. Saya sempat nggak sadar dan bertanya, wah saya ada dimana nih, apa saya sudah mati? Tapi waktu melihat sekeliling, saya baru sadar dan lantas memeriksa timbunan diding yang roboh kalau-kalau ada anak yang tertindiih dinding. Puji Tuhan gak ada.” Tutur Harianto kepada manajemen CB yang segera datang sesaat kejadian itu berlangsung.

Ciapus Village Library Severely Damaged-2

Mujizat Terjadi.

Pada saat kejadian itu, di Taman Bacaan CB Ciapus sedang berlangsung Story Telling oleh lima murid SMU Regina Pacis Bogor. Mereka mengadakan program sosial dari sekolahnya. Sekitar 30 anak sekitar Taman Bacaan mengikuti acara tersebut. Mereka menikmati acara yang dilangsungkan sekalipun hujam mulai turun dengan derasnya.

Harianto ikut mendampingi acara tersebut bersama putrinya yang masih berumur dua tahun. Karena minta susu, Harianto kemudian mengantar anaknya ke rumahnya yang berada disebelah Taman Bacaan dan kemudian kembali ke Taman Bacaan. Hariato bersama istri tidak bisa membayangkan bila saat kejadian itu ada anaknya di dalam. Tentu dia tidak bisa menahan dinding yang roboh bila ada anaknya.
“Mujizat terjadi di Taman Bacaan Pak,” seru istri Harianto kepada manajemen CB. Tidak saja karena anaknya terhindar dari bencana, tetapi juga semua anak-anak yang lain yang berada dalam Taman Bacaan juga selamat. Harianto dan beberapa anak mengalami luka ringan namun tidak ada yang serius. Para orang tua yang juga tidak menuntut bahkan ikut membantu proses evakuasi.

Tindakan Darurat

Manajemen CB yang tiba di lokasi beberapa saat setelah kejadian berlangsung, segera memeriksa Taman Bacaan. Dari hasil pemeriksaan, maka segera diputuskan untuk melakukan tindakan darurat. Yang pertama, diputuskan untuk membongkar habis sisa bangunan Taman Bacaan. Hal ini melihat kondisi bangunan yang riskan yang kehilangan sebelah dindingnya, sementara atap tergantung miring. Hal ini untuk mencegah rubuhnya atap yang tiba-tiba akan menarik dinding rumah di sebelah Taman Bacaan yang ditempati Harianto dan keluarganya.
Di samping itu, Manajemen CB mengunjungi rumah dari seorang anak yang terluka dan meminta orang tuanya untuk membawa ke dokter. Syukurlah dari hasil berobat ke Dokter tidak da hal-hal yang mengkuatirkan.
Untuk kebutuhan sementara, Manajemen CB menyerahkan dana darurat untuk mengatasi kalau-kalau ada anak lain yang perlu ke dokter dan dana untuk merubuhkan semua sisa bangunan Taman Bacaan tersebut.

Masyarakat : “Tolonglah Perbaiki!”

Ciapus Village Library Severely Damaged-3

Masyarakat sekitar yang ikut menyaksikan bagaimana ambruknya Taman Bacaan CB Ciapus menyatakan keprihatinannya, Mereka berharap Taman Bacaan ini dapat diperbaiki lagi.
“Perbaiki dong!” seru mereka hampir bersamaan ketika ditanya harapannya. Mendengar itu, Manajemen CB meminta masyarakat untuk turut mendoakan dan berharap bersama akan ada bantuan untuk dapat membangun kembali Taman Bacaan ini kembali.
Sedikitnya diperlukan 100 juta untuk membangun kembali Taman Bacaan tersebut. Saat ini CB belum mempunyai dana darurat untuk itu. Karenanya, CB mencoba untuk mencari dana dari para mitra dan sahabat CB dimana saja sehingga secepatnya Taman Bacaan CB Ciapus dapat berdiri kembali.
Bagi masyarakat sekitar Taman Bacaan ini sudah menjadi rumah keduanya. Mereka sangat sedih jika kehilangan Taman Bacaan yang merupakan satu-satunya Taman Bacaan di daerah mereka.