Upaya untuk terus menumbuhkan minat baca di antara anak-anak Indonesia terus disebarluaskan oleh Yayasan Cinta Baca. Bermitra dengan pemerintah daerah, tokoh-tokoh agama dan masyarakat, dan lain-lain.
Sabtu, 27 Februari 2016, Yayasan Cinta Baca Manokwari, STT Erikson Tritt, dan Departemen Literatur dan Penerbitan Majelis Umum Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) menyelenggarakan seminar dan lokakarya pengembangan minat baca anak-anak. Bertempat di Gedung KNPI Papua Barat, acara ini dihadiri oleh 130 peserta yang terdiri atas orangtua, guru, dan pemerhati pelayanan anak.
Ronni Marbun, Korwil Yayasan Cinta Baca Manokwari memberikan pelatihan Kejar Baca menggunakan 25 buku cerita (Big Books–terbitan Pelangi Indonesia). Masing-masing peserta kemudian melakukan simulasi secara bergantian, tentang cara membacakan cerita kepada anak-anak. Mereka juga diminta untuk mengimplementasikan Program Kejar Baca ini di wilayah mereka masing-masing.
Seminar ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Manokwari, Bapak Edi Budoyo. Ia sangat merespons baik acara tersebut. “Anak-anak adalah generasi masa depan. Kurangnya minat baca berpengaruh pada pendidikan anak, apalagi sekarang banyak alat-alat canggih yang bisa mempengaruhi anak-anak,” katanya dalam sambutan pembukaan. “Kegiatan untuk mengembangkan minat baca anak-anak di Manokwari harus dilakukan karena sekarang minat baca anak-anak banyak mengalami penurunan karena berbagai pengaruh lingkungan,” imbuhnya.

