Pada pertemuan kedua Kejar Cerdas di Perpustakaan Kota Cinta Baca di Medan, Sumatra Utara, seorang bapak nampak hadir sebagai peserta. Ini merupakan suatu hal yang tidak biasa, karena mayoritas peserta kejar cerdas selalu ibu. Dalam praktek kejar cerdas, sang bapak bukan hanya berusaha menirukan suara tokoh dalam cerita, berusaha agar anaknya focus pada cerita yang dibacakan. Ia berusaha mempraktekkan pelajaran dalam kejar cerdas yaitu buku adalah sumber pengetahuan dan yang paling penting dalam membacakan cerita adalah waktu kebersamaan mereka sebagai orang tua dan anak.